Skip to content

Syukur:

Oktober 12, 2009

Soal:
Assalamu’alaikum wr. Wb
Ustadz, saya mau bertanya apakah jika kita bersyukur kepada Allah nikmat kita akan ditambah? Tolong jelaskan hukum bersyukur kepada Allah karena sekarang ini banyak orang yang tidak bersyukur

Jawab:
Assalamu’alaikum wr. wb
Benar, apabila kita bersyukur dengan benar, salah satu faidahnya adalah akan ditambah kenikmatannya oleh Allah berdasarkan kepada firman Allah;

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim :7)

Bersyukur dengan benar maksudnya adalah bersyukur sesuai dengan pengertian syari’at, yaitu nampaknya pengaruh kenikmatan ilahi pada seorang hamba di dalam hati, lisan dan perbuatan.

Berdasarkan kepada definisi tersebut, cara bersyukur ada tiga macam, yaitu bersyukur dengan hati, dengan lisan, dan dengan perbuatan; bersyukur dengan hati diwujudkan adanya pengakuan bahwa nikmat-nikmat itu berasal dari Allah. Bersyukur secara lisan adalah mengatakan adanya nikmat di dalam dirinya dan mengucapkan kalimah pujian kepada Allah. Dan bersyukur dengan perbuatan adalah melaksanakan perintah-perintah Allah, yang berkaitan dengan kenikmatan yang telah diperoleh.

Bersyukur adalah kewajiban bagi setiap orang yang mendapatkan nikmat, Allah berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (al-Baqarah;172)

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلا تَكْفُرُونِ [ البقرة : 152 ]

Ingatlah kepadaKu niscaya Aku akan ingat kepada kalian, dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kalian kufur (pada nikmat) (al-Baqarah:152)

Ayat-ayat di atas menyebutkan perintah bersyukur, sedangkan adanya perintah bermakna sebagai kewajiban, sebagaimana disebutkan dalam kaidah ushul fiqh

الأصل في الأمر للوجوب إلا ما دل الدليل على مخالفته

Pada prinsipnya, perintah itu menunjukkan kewajiban, kecuali jika ada dalil yang menunjukkan yang lainnya

Ayat di atas juga menyebutkan larangan kufur terhadap nikmat. Jika seseorang tidak menyukuri nikmat, maka ia telah kufur nikmat dan akan mendapatkan dosa.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: