Skip to content

Jihad di Masyarakat

Oktober 10, 2009

Soal:
Bagaimana cara kita berjihad pada saat berada di lingkungan masyarakat?


Jawab:
Jihad secara bahasa dari kata jahada artinya adalah bersungguh-sungguh. Secara istilah, jihad artinya adalah memerangi orang kafir atau pemberontak untuk kejayaan islam. Demikianlah para ulama’ mendefinisikan jihad secara mutlak adalah perang, sebagaimana sabda rasulullah ketika ditanya;

وَمَا الْجِهَادُ قَالَ أَنْ تُقَاتِلَ الْكُفَّارَ إِذَا لَقِيتَهُمْ

Dan apakah jihad itu? Beliau menjawab, ”Kau memerangi orang kafir ketika menemui mereka (di medan perang) (HR Ahmad)

Tetapi adakalanya jihad dikaitkan dengan istilah-istilah tertentu sehingga bisa dimaknai yang lain. Pemaknaan jihad dalam lingkup yang lebih luas dibutuhkan berkaitan dengan perkembangan situasi. Berikut ini adalah pendapat-pendapat para ulama’ tentang makna jihad yang luas;

Menurut Ar-Raghib al-Isfahani (w. 502 H.), seorang ulama yang banyak mencurahkan perhatiannya pada al-Qur’an, yang dimaksud dengan jihad dalam al-Qur’an mencakup tiga hal, yaitu:

1. Berjuang sungguh-sungguh melawan musuh untuk menegakkan agama Allah.

2. Berjuang sungguh-sungguh melawan setan yang selalu menyebabkan munculnya kejahatan.

3. Berjuang sungguh-sungguh melawan hawa nafsu yang selalu mengajak pada kemungkaran dan kemaksiatan.

Sedangkan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menulis dalam Zad al-Ma`ad bahwa makna dari jihad itu ada empat, yaitu:

1. Berjuang melawan hawa nafsu.

2. Berjuang melawan setan.

3. Berjuang melawan orang kafir.

4. Berjuang melawan orang munafik.

Sejalan dengan pemahaman demikian, ketika memberikan makna jihad, Kamus Besar

Di dalam sebuah masyarakat yang damai, tidak terjadi peperangan terbuka antara umat Islam melawan orang kafir, jihad yang bisa dilakukan bukanlah jihad dalam arti mutlak, tetapi jihad dalam arti yang lebih luas. Jihad ini bisa berupa jihad terhadap hawa nafsu, jihad pendidikan, jihad ekonomi, jihad sosial, dan lain-lain.

Jihad melawan hawa nafsu adalah jihad untuk menundukkan hawa nafsunya dalam menghadapi godaan Syaithan, maksudnya adalah berusaha sekuat tenaga untuk melawan bisikan syetan, hal ini dilakukan dengan;

1- Menolak segala bentuk bisikan yang berupa syubhat, yakni pengkaburan sebuah kemaksiatan sehingga tampak sebagai sesuatu yang baik

2- Menolak bisikan yang berupa syahwat, yaitu ajakan untukmelakukan hal-hal yang jelas menyimpang dari aturan syari’at

{إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ} [فاطر: 6].

Jihad pendidikan bisa dilakukan dalam bentuk mendidik masyarakat agar lebih memahami islam, lebih beriman dan bertaqwa, lebih taat kepada ajaran syari’at islam, dan menjauhi pola kehidupan menyimpang. Hal ini bisa dilakukan dalam bentuk mengajar dan berdakwah dengan segala tingkatannya, amar ma’ruf dan nahi munkar.

Adapun jihad terhadap orang kafir di negeri yang aman, tidak terjadi peperangan, hanya dilakukan dengan membenci kekufuran mereka dan meninggalkan sikap meniru-niru kebiasaan mereka.
allahu a’lam

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: