Skip to content

ISBAL

Oktober 10, 2009

Soal:
Apakah dosa jika memakai celana panjang yang melebihi mata kaki? Jika ya, mohon dijelaskan dalilnya?


Jawab:
Pakaian yang panjangnya melebihi mata kaki disebut dengan isbal. Sebenarnya para ulama’ berbeda pendapat tentang hukum isbal itu. Sebagian di antaranya mengatakan bahwa isbal kalau tidak disertai dengan sikap sombong maka tidak berdosa. Dan sebagian lagi mengatakan bahwa isbal itu adalah haram, sehingga melakukannya berarti berdosa.

Dalil-dalil yang menjelaskan tentang larangan isbal adalah sebagai berikut;

عن أبي هريرة رضى الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار

Dari Abi Hurairah ra dari Nabi saw bahwasannya beliau bersabda : “Apa-apa yang berada di bawah mata kaki dari kain, maka tempatnya adalah di neraka” [HR. Al-Bukhari].

عن أبي ذر عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم قال فقرأها رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث مرار قال أبو ذر خابوا وخسروا من هم يا رسول الله قال المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب

Dari Abi Dzarr ra dari Nabi saw beliau bersabda : “Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari kiamat, tidak dilihat, dan tidak pula disucikan serta baginya adzab yang sanga pedih”. Abu Dzar berkata : “Rasulullah saw mengucapkannya tiga kali”. Kemudian Abu Dzarr bertanya : “Sungguh sangat jelek dan meruginya mereka itu wahai Rasulullah ?”. Rasulullah saw bersabda : “(Mereka adalah) Musbil (orang yang melakukan isbal), orang yang gemar mengungkit-ungkit kebaikan yang telah diberikan, dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu” [HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi].

Larangan isbal di dalam hadis tersebut bersifat mutlak, tidak ada hubungannya dengan sombong atau tidak.

Sedangkan hadis yang melarang isbal karena sombong adalah;

عن هبيب الغفاري قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من وطئ على إزاره خيلاء وطئ في نار جهنم

Dari Hubaib Al-Ghiffary ra ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw : “Barangsiapa yang kainnya melebihi mata kaki karena sombong, ia akan menginjaknya di neraka Jahannam” [HR. Ahmad].

عن سالم بن عبد الله عن أبيه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال الإسبال في الإزار والقميص والعمامة من جر منها شيئا خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة

Dari Salim bin Abdillah dari ayahnya dari Nabi saw beliau bersabda : “Isbal itu pada kain, pakaian, dan surban. Barangsiapa yang memanjangkannya dengan sombong, maka Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat” [HR. Abu Dawud; dan Ibnu Majah].

عن أبي سعيد الخدري قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إزرة المسلم إلى نصف الساق ولا حرج أو لا جناح فيما بينه وبين الكعبين ما كان أسفل من الكعبين فهو في النار من جر إزاره بطرا لم ينظر الله إليه

Dari Abi Sa’id Al-Khudry ra ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: “Sesungguhnya batas sarung seorang muslim adalah setengah betis dan tidak mengapa atau tidak berdosa jika berada di antara setengah betis dan mata kaki. Apabila di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka. Dan barangsiapa menjulurkan sarungnya karena sombong, maka Allah tidak akan melihat kepadanya” [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah].

عن عبد الله بن عمر رضى الله تعالى عنهما قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من جر ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة فقال أبو بكر إن أحد شقي ثوبي يسترخي إلا أن أتعاهد ذلك منه فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنك لست تصنع ذلك خيلاء

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang memanjangkannya dengan sombong, maka Allah tidak akan melihatnya di hari kiamat” . Maka Abu Bakar berkata : “Sesungguhnya salah satu sisi pakaianku selalu turun kecuali jika aku terus menjaganya”. Maka Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya kamu bukan termasuk yang melakukannya dengan kesombongan” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].

Hadis-hadis larangan isbal yang dikaitkan dengan kesombongan ini difahami oleh sebagian ulama’ sebagai muqayyid, terhadap kemutlakan larangan isbal sehingga kalau isbal tidak karena sombong maka tidak berdosa. Tetapi alasan itu pun dibantah oleh para ulama yang menyatakan keharaman isbal secara mutlak, bahwa yang dimaksud bukan karena sombong itu adalah kalau tidak karena kesengajaan, sebagaimana yang dialami oleh Abu Bakar ash-Siddiq. Maka kepada Abu Bakar Rasulullah mengatakan, “Sesungguhnya kamu bukan termasuk yang melakukannya dengan kesombongan”.

Dengan demikian, apabila model pakaian itu memang panjangnya melebihi mata kaki, maka hal itu termasuk kesombongan. Sebab rasulullah telah menjalaskan batas pakaian lelaki

عن حذيفة قال أخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم بعضلة ساقي أو ساقه فقال هذا موضع الإزار فإن أبيت فأسفل فإن أبيت فلا حق للإزار في الكعبين قال أبو عيسى هذا حديث حسن صحيح

Dari Hudzaifah ra ia berkata : “Rasulullah saw memegang urat betisku”.
Maka beliau bersabda : “Ini adalah batas panjang kainmu. Apabila engkau enggan, maka boleh di bawahnya. Dan jika engkau enggan, maka tidak ada hak bagi kain pakaian untuk melebihi mata kaki” [HR. At-Tirmidzi].

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: