Skip to content

Islam Liberal

April 22, 2009

Soal:
Saya mau nanya lagi tentang apakah Islam Liberal itu? Apa ciri-cirinya supaya kita mengetahui orang yang menganut Islam Liberal itu?
Sukron
Uut Tks


Jawab
Istilah Islam Liberal disusun dari dua buah kata, yaitu Islam dan liberal. Islam maksudnya adalah agama Islam, yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad saw. Dan Liberal yang artinya adalah kebebasan.

Setelah dua kata ini disusun, kata liberal berfungsi sebagai keterangan terhadap Islam, sehingga bisa secara singkat bisa dikatakan islam yang liberal atau bebas. Gerakan Islam liberal, sebagaimana ditulis oleh tokohnya tujuannya adalah untuk untuk membebaskan (liberating) umat Islam dari belenggu keterbelakangan dan kejumudan. Sayangnya, gerakan ini menjadi liar dan benar-benar liberal, hingga mereka pun hendak melepaskan diri dari nash-nash al-Qur’an dan sunnah. Kalaupun mereka masih mengutip Qur’an dan hadis, mereka adakan penafsiran liberal sedemikian rupa hingga memenuhi selera mereka.

Sesungguhnya, munculnya Islam Liberal itu adalah dalam rangka menghadang laju perkembangan kaum muslimin yang setia dan taat pada al-qur’an dan hadis. Mereka menganggap muslim yang taat pada dua ajaran islam ini sebagai kaum militan fundamentalis. Tentang later belakang ini, di dalam situs resmi Islam Liberal dinyatakan, “sudah tentu, jika tidak ada usaha-usaha untuk mencegah dominannya pandangan keagamaan yang militan (fundamentalis) itu, dalam waktu yang panjang, pandangan-pandangan kelompok keagamaan yang militan ini boleh menjadi dominan. Hal ini jika terjadi, akan mempunyai akibat buruk buat usaha memantapkan demokrasi di Indonesia. Sebab pandangan keagamaan yang militan biasanya menimbulkan ketegangan antara kelompok-kelompok agama yang ada. Sebut saja antara Islam dan Kristian. Pandangan-pandangan kegamaan yang terbuka (inklusif) plural, dan humanis adalah salah satu nilai-nilai pokok yang mendasari suatu kehidupan yang demokratis.”

Istilah Islam Liberal ini diperkenalkan oleh seorang intelektual asal India, Asaf ‘Ali Asghar Fyzee, pada tahun 1950-an. Pada salah satu tulisannya dia menuliskan, ”Kita tidak perlu menghiraukan nomenklatur. Tetapi jika sebuah nama harus diberikan padanya, marilah kita sebut itu ‘Islam liberal” Kemudian istilah ini dipopulerkan di Indonesia melalui karya Greg barton, Leonard Binder dan Charles Kurzman. Kemudian wacana ini lebih dipertajam lagi dengan munculnya jaringan Islam Liberal yang dikomandani oleh Ulil Abshar Abdala.

Dari sekian penulis, Kurzman lah yang paling jelas dalam mendefinisikan Islam liberal. Kurzman mengidentifikasi liberal Islam dengan empat agenda Dalam pendangannya Islam liberal ditandai dengan beberapa agenda, yaitu pluralisme, demokratisasi dan sekularisasi, feminisme dan kesetaraan gender, serta re-interpretasi fiqh (syari’ah) dengan interpretasi yang liberal.

Dari empat agenda pokok tersebut di atas, kita bisa melihat beberap program Islam Liberal dengan beberapa ciri lainnya, antara lain;

1-Menolak penerapan hukum syari’at dalam kehidupan, tetapi mendorong kehidupan sekular, yakni pemisahan agama dari kehidupan bernegara.

2-Memperjuangkan emansipasi wanita, sehingga wanita benar-benar setara dengan lelaki

3-Menganggap semua agama adalah baik dan benar

4-Menolak hukum-hukum fiqh yang sudah mapan

5- Menganggap al-Qur’an sebagai produk budaya, bukan wahyu yang sakral

Setelah kita melihat dari segi bahasa, dan juga melihat sepak terjang kaum yang menyebut diri mereka sebagai islam liberal dengan agenda-agenda tersebut di atas, kita bisa tegaskan bahwa sesungguhnya Islam Liberal itu telah keluar dari wilayah islam. Islam tidak bisa disifati dengan sifat liberal atau bebas. Islam itu artinya tunduk kepada Allah, taat kepada rasullah, tidak bebas dan liberal. Antara ketundukan dan kebebasan terapat perbedaan yang sangat jauh. Islam mebebaskan manusia dari kungkungan syetan, berhala dan thaghut agar mereka hanya tunduk kepada Allah. Sementara Liberal membebaskan manusia dari berbagai kungkungan, termasuk kungkungan Allah. Maka kebebasan itu bukan sifat islam, dan tidak benar adanya penyifatan islam dengan liberal.

Adapun ciri-ciri Islam liberal tidak teletak pada ciri-ciri fisik. Ciri-ciri itu ada pada pemikiran mereka. Karena sesungguhnya islam liberal itu adalah pengaruh pemikiran orientalisme terhadap pemikiran umat Islam, maka cirinya yang paling mudah disebut, adalah mereka menganggap musuh Islam sebagai pahlawan dan suka membanggakan pemikiran musuh Islam dan menganggapnya sebagai kemajuan. Tokoh-tokoh yang sering kali mereka banggakan adalah Musthofa Kemal at-Taturk, Nasr Hamid Abu Zaid, Abid Jabiri, Fatimah Mernisi dan lain-lain. Mustofa Kemal, sebagai misal, adalah tokoh murtad yang telah bersekongkol dengan kaum kafir untuk menghancurkan kekhalifahan Islam di Turki pada tahun 1924. bahkan Musthofa ini pula melarang adzan dan shalat menggunakan bahasa Arab. Tetapi oleh kaum liberal dianggap sebagai pahlawan. Demikian juga nasr Hamid, yang telah divonis murtad oleh pengadilan Mesir, buku-bukunya menjadi rujukan wajib bagi mereka.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: