Skip to content

Mengusap Muka Setelah Berdo’a

April 7, 2009

Soal:
Apakah mengusap muka setelah berdo’a itu bid’ah?


Jawab:

Banyak dijumpai di masyarakat kita, setelah selesai berdo’a lalu mengusap muka dengan kedua telapak tangannya. Pada umumnya mereka melakukannya berdasarkan kebiasan yang telah turun menurun. Dan kalaupun ada yang telah membaca dalilnya, mereka tidak mempedulikan kedudukan hadis-hadis yang mendasarinya.

Hadis-hadis tentang mengusap muka setelah berdo’a cukup banyak. Di antara hadis-hadis itu adalah

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَعَوْتَ اللَّهَ فَادْعُ بِبَاطِنِ كَفَّيْكَ وَلاَ تَدْعُ بِظُهُورِهِمَا فَإِذَا فَرَغْتَ فَامْسَحْ بِهِمَا وَجْهَكَ

1- Dari Ibnu Abbas, ia berkata ; “Telah bersabda Rasulullah saw: Apabila engkau meminta (berdo’a) kepada Allah, maka hendaklah engkau berdo’a dengan kedua telapak tanganmu, dan janganlah engkau berdo’a dengan kedua punggung (telapak tangan). Apabila engkau telah selesai berdo’a, maka usaplah mukamu dengan kedua telapak tanganmu”. [HR Ibnu Majah]

Hadits ini sangat lemah (dla’if jiddan). Karena di sanadnya ada seorang (rawi) yang bernama Shalih Bin Hassan Al-Anshari yang disepakati kelemahannaya oleh para ulama’.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ….سَلُوا اللَّهَ بِبُطُونِ أَكُفِّكُمْ وَلاَ تَسْأَلُوهُ بِظُهُورِهَا فَإِذَا فَرَغْتُمْ فَامْسَحُوا بِهَا وُجُوهَكُمْ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ رُوِىَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ كُلُّهَا وَاهِيَةٌ وَهَذَا الطَّرِيقُ أَمْثَلُهَا وَهُوَ ضَعِيفٌ أَيْضًا.

2- Dari Ibnu Abbas, bahwa rasulullah saw bersabda… mohonlah kepada Allah dengan telapak tanganmu, dan janganlah memohon dengan punggung telapak tangan, dan apabila kalian telah selesai (memohon) maka usapkanlah tanganmu ke wajah kalian. [HR Abu Dawud]

Di dalam hadis ini ada seorang rawi yang tidak disebut namanya (dalam istilah ilmu hadits disebut rawi mubham). Sedang Imam Abu Dawud sendiri setelah menyebutkan hadis ini mengatakan: “Hadits inipun telah diriwayatkan selain dari jalan ini dari Muhammad bin Ka’ab al-Quradzy akan tetapi semuanya lemah (wahiyah). Dengan demikian jalan ini dan yang semisalnya adalah lemah juga”.

عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا دَعَا فَرَفَعَ يَدَيْهِ مَسَحَ وَجْهَهُ بِيَدَيْهِ

3- Dari Sa-ib bin Yazid dari bapaknya (Yazid) : Bahwasanya Nabi saw, apabila beliau berdo’a mengangkat kedua tangannya, (setelah selesai) beliau mengusap mukanya dengan kedua (telapak) tangannya”. [HR Abu Dawud)

Sanad hadits inipun lemah, karena di sanadnya ada 2 orang rawi yang lemah, yaitu Ibnu Lahi’ah dan Hafsh Bin Hasyim. Ibnu Lahi’ah dinilai dla’if oleh para ulama’, sedangkan hafsh adalah rawi yang majhul, tidak diketahui identitasnya.

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ فِى الدُّعَاءِ لَمْ يَحُطَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

4- Dari Umar bin Khattab, ia berkata : dahulu Rasulullah saw apabila mengangkat kedua tangannya waktu berdo’a, beliau tidak turunkan kedua (tangannya) itu sehingga beliau mengusap mukanya lebih dahulu dengan kedua (telapak) tangannya”. [HR at-Tirmidzi]

Hadits ini lemah, karena di dalam sanadnya ada seorang rawi bernama Hammad Bin Isa Al-Juhany. Rawi ini dinilai dla’if, karena menurut Abu Dawud suka meriwayatkan hadis-hadis munkar

Karena hadis-hadis yang menerangkan tentang mengusap wajah semuanya dla’if, dan tidak ada hadis yang shahih, maka yang benar setelah berdo’a tidak mengusap wajah.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: