Skip to content

Chatting dengan Lelaki tak Dikenal

April 6, 2009

Soal:
Bagaimana hukum chatting dengan laki-laki yang bukan mahram kita, sementara kita tidak mengenalnya, dan pembicaraannya tidak menjurus ke arah hal-hal yang negatif?


Jawab
Chatting adalah salah satu bentuk komunikasi di dunia maya melalui internet. Di dalam komunikasi ini memang seseorang tidak akan ketemu langsung dengan lawan chattingnya. Namun ia hanya menuliskan pesan, dan akan mendapatkan jawaban tertulis pula.

Komunikasi merupakan persoalan dunia yang pada asalnya adalah mubah. Namun hukumnya bisa berubah jika ada alasan yang melatarbelakanginya, bisa berubah menjadi wajib, bisa makruh dan bisa pula menjadi haram. Wajib, apabila di dalam komunikasi itu ia melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar, tetapi haram jika ia mengkomunikasikan hal-hal yang bertentangan dengan syari’at.

Di dalam chatting ini seseorang bisa berperan sebagai orang yang bukan aslinya. Misalnya, seorang wanita ia bisa berlagak seolah-olah seorang lelaki. Demikian pula sebaliknya. Bisa pula seorang baik berlagak jahat, atau sebaliknya. Sesuai dengan dunianya, maya, maka apapun yang ada di sana janganlah mudah dipercaya.

Bagi seorang wanita, hendaklah ia berhati-hati untuk melakukan chatting dengan lelaki non-mahram, meskipun awal mulanya tidak kenal, dan tidak menjurus kepada hal-hal yang tidak baik. Apa kepentinganya chatting dengan lelaki yang tidak dikenal? Karena tidak kenal maka tentunya tidak ada kepentingan. Justru yang tercipta adalah membuka kesempatan syetan untuk menggoda, sehingga secara tak sadar tiba-tiba chatting bisa berubah ke arah negatif. Di dalam beberapa mass media telah diberitakan terjadinya kejahatan terhadap seorang wanita oleh seorang lelaki bermula dari chatting.

Perlu diingat, bahwa tanda kebaikan iman dan keislaman seseorang itu adalah sikapnya meninggalkan sesuatu yang tidak perlu, sebagaimana sabda Nabi saw

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ .

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah saw bersabda; Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah sikapnya meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat (berguna) (HR at-Tirmidzi)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: