Skip to content

Agar Menjadi Wanita Shalihah

April 1, 2009

Assalamu’alaikum wr. wb
Ustadz, bagaimana seharusnya seorang wanita berperilaku agar bisa dikatakan wanita yang shalihah?
(Aulia Nurisa Aziza R, TKS C)


Jawab;
wa’alaikumussalam wr. wb
Sebelum berbicara tentang perilaku apa agar seorang menjadi shalihah, mari kita mengenali apa sesungguhnya wanita shalihah itu. Kalau kita sudah mengenalinya, akan mudah menentukan apa yang harus diperbuat.

Secara umum seorang wanita dikatakan shalihah apabila ia taat kepada Allah.dan rasulNya. Allah dan Rasulnya telah meletakkan aturan dalam segala urusan kehidupan, namun secara garis besar kita bisa membaginya menjadi 3 macam, yaitu; urusan dengan Allah, urusan dengan sesama manusia, dan urusan diri pribadi. Dalam berbagai urusan ini seorang wanita shalihah haris menunaikannya sesuai dengan petunjuk Islam.

Untuk merealisasikan ketaatan kepada Allah dan rasulNya sesuai dengan masing-masing urusan itu, maka seorang wanita;

a. Memenuhi hak-hak Allah dan RasulNya
Secara garis besar, kewajiban seorang manusia kepada Allah adalah beribadah kepada Allah. Dalam hal ini seorang wanita hanya akan menjadi shalihah kalau ibadahnya kepada Allah tertib. Shalat, puasa, zakat, membaca al-Qur’an dan lain-lainnya, dilaksanakan dengan memenuhi syarat dan rukunnya secara ikhlash dan sesuai petunjuk Allah dan RasulNya.

Sedangkan kewajiban kepada rasulNya adalah memuliakannya, mencintainya, dan mengikuti sunnahnya.

b. Menunaikan hak-hak sesama manusia;
Dalam hubungannya dengan sesama manusia yang terutama adalah dengan orang tua; seorang wanita akan menjadi shalihah kalau ia menghormati orang tuanya berbuat baik dan patuh kepada mereka.
Jika seorang wanita telah bersuami, maka ia harus hormat dan patuh pada suaminya. Menjaga tanggung jawabnya di dalam keluarga, baik harta atau pun perannya di dalam rumah; seperti mendidik anak, menjaga rahasia rumah tangga, melayani suami dan lain-lainnya.

Selain kepada kepada orang tua dan suami; seorang wanita jika memiliki hubungan yang lain, seperti kawan, famili dan lain-lainnya pun juga menjaga hubungannya agar tidak melanggar tuntunan agama Islam.

c. Menunaikan hak-hak terhadap diri;
Seorang wanita yang shalihah ia menjaga kehormatan dirinya, dengan menutup aurat. Ia selalu mengenakan pakaian yang menutup aurat di hadapan lelaki ajnabi (non-mahram). Ia tidak menampakkan auratnya, meski sehelai rambutnya, kepada selain mahram.

Kesempurnaannya dalam menjalankan semua kewajiban adalah dengan ilmu syar’i, maka seorang waita shalihah harus selalu meningkatkan pemahamanya terhadap ilmu syar’i.
Allahu a’lam bish-shawab

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: