Skip to content

Persahabatan dengan Non-Muslim

Maret 25, 2009

Soal;
Apa pandangan Islam tentang adanya persahabatan antara muslim dengan non-muslim? (Rani 3 ipa)


Jawab;
Islam adalah agama damai, damai kepada siapa saja. Maka Islam tidak membatasi pergaulan hanya dengan sesama muslim. Islam mengizinkan umatnya bergaul dengan non-muslim. Hanya saja memang dalam pergaulan ini ada beberapa catatan.

Pertama, dalam bergaul dengan orang non-muslim tidak boleh menumbuhkan rasa cinta kepada mereka. Di antara konsekuensi tauhid adalah mencintai Allah dan pengikut agama Tauhid serta membenci berhala dan penyembah-penyembahnya. Firman Allah

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً [آل عمران: 28].

Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.(Ali Imran:28)

Sabda Rasulullah saw

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ

Dari Abu Sa’id, dari Nabi saw, bersabda; Janganlah berkawan kecuali dengan orang mukmin, dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa (HR Abu Dawud)

Jangan berkawan kecuali dengan mukmin di dalam hadis di atas maknanya adalah berkawan hingga saling mempercayai sepenuh hati dan tumbuh rasa saling mencintai.

Kedua, non-Islam yang dipergauli adalah non-Islam yang bukan kafir harbi. Yaitu kaum kafir yang tidak memerangi Islam dan umat Islam, tidak mengusir kaum muslimin dari tanah air mereka

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (al-Mumtahanah:8)

عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عَمْرٍو عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَنْ قَتَلَ نَفْسًا مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا.

Dari Abdullah bin Amr, dari Nabi saw bersabda; Barangsiapa membunuh jiwa orang kafir yang terikat perjanjian ia tidak akan mencium bau sorga, meskipun bau sorga dapat dirasakan dari jarak perjalanan 40 tahun (HR al-Bukhari)

Kepada mereka yang tidak memerangi islam dan tidak mengusir dari tanah air itu berhak dipergauli sejauh hak-hak mereka. Jika mereka kerabat maka mereka berhak diperlakukan sebagai kerabat, seperti shilaturrahmi, saling memberi hadiah, dan sikap baik. Jika mereka tetangga maka mereka pun berhak diperlakkan sebagai tetangga seperti menghormati dan seterusnya.

Salah satu sikap bentuk pergaulan dengan non muslim yang dicontohkan oleh Rasulullah saw diriwayatkan di dalam hadis berikut;

عَنْ أَسْمَاءَ بنت أبي بكر قَالَت: قَدِمَتْ عليَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ قُرَيْشٍ إِذْ عَاهَدهُم، فَاسْتَفْتَيْتُ رسولَ اللهِ فَقُلْتُ: يا رسولَ اللهِ، قَدِمَتْ عَليَّ أُمِّي وَهِيَ رَاغِبَةٌ، أَفَأَصِلُ أُمِّي؟ قَالَ: «نَعَمْ، صِلِي أُمَّكِ»

Dari Asma’ binti Abu Bakar, ia bertanya; Aku kedatangan ibuku sedangkan dia masih musyrik di masa kaum Quraisy menjalin perjanjian dengan kaum muslimin. Lalu aku bertanya kepada Nabi saw. Aku tanyakan, ”WahaiRasulullah, aku kedatangan ibuku sedangkan dia ingin bertemu denganku, apakah aku boleh menyambung hubungn dengan ibuku? Beliau menjawab, ”Ya, hubungilah ibumu” (HR Muslim)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: