Skip to content

Cara Mengamalkan Islam Secara Kaffah

Maret 24, 2009
tags: ,

Soal;
Assalamu’alaikum wr. wb

Ustadz, saya minta dijelaskan dengan terperinci tentang bagaimana cara mengamalkan firman Allah;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kafah (al-Baqarah:208)

Dan apa sikap-sikap yang bisa mencerminkan bahwa kita telah mengamalkan ayat tersebut. Terima kasih atas jawabannya dan mohon maaf kalau ada kekeliruan dalam kata-kata saya.
Wassalamu’alaikum

(Fiyanda kelas XII)


Jawab;
Wa’alaikumussalam

Islam adalah agama yang luas cakupannya; Agama Islam tidak hanya mengatur tata hubungan antara seorang hamba dengan Allah. Ajaran islam mencakup seluruh hajat kehidupan manusia. Islam mengatur berbagai persoalan hidup manusia, dari ekonomi, politik, hukum, keluarga, dan juga lingkungan.

Ayat yang ananda tanyakan, memerintahkan agar orang beriman menjalankan islam secara keseluruhan. Orang Islam wajib mengatur seluruh hidupnya dengan ajaran Islam. Baik dalam masalah ibadah, sosial, ekonomi, budaya, politik, pendidikan dan lain-lainnya. Mafhum mukhalafahnya, orang islam haram mencamurkan Islam dengan ajaran yang lain. Firman Allah;

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kalian mencampuradukkan yang haq dengan yang bathil, dan kalian menutupi yang haq padahal kalian mengetahui (al-baqarah;42)

Melihat luasnya cakupan ajaran Islam, tidak mungkin seorang muslim secara individual bisa melaksanakan seluruh ajaran secara kaffah. Dalam menangani persoalan pendidikan Islam saja, tidak mungkin seorang diri muslim bisa melaksanakannya secara keseluruhan. Oleh karena itu, untuk sempurnanya pengamalan Islam secara kaffah maka harus dilaksanakan secara jama’ah. Ini sesuai dengan seruan di dalam ayat tersebut, wahai orang-orang yang beriman, seruan ini menggunakan bentuk kata yang menunjukkan jama’. Bentuk jamak tersebut bisa dimaknai bahwa perintah itu adalah perintah jama’i, bukan perintah individual.

Di dalam jama’ah (organisasi) ada pimpinan, ada aturan, ada komitmen, dan ada disiplin. Di antara sikap-sikap yang menunjukkan bahwa kita mengamalkan Islam secara kaffah, adalah sikap taat kepada pimpinan, komitmen kepada jama’ah Islam, sikap disiplin terhadap aturan jama’ah. Ketika seseorang bekerja di sebuah institusi Islam yang memiliki missi untuk menjalankan islam secara kaffah, otomatis ia telah menjadi bagian dari upaya menjalankan Islam secara kaffah. Karena itu tugas-tugas yang dibebankan oleh pimpinan institusi tersebut harus dilaksanan sekuat tenaga, penuh dengan tanggung jawab dan amanah.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: