Skip to content

Memerangi Wanita dan Anak-anak

Maret 16, 2009

Soal;
assalamu’alaikum wr. wb
Bagaimana kalau misalnya perang tetapi lawannya adalah anak-anak dan perempuan, apakah kita boleh menyerangnya atau tidak?
(Wibowo S.P, kelas 8 MTs)


Jawab;
Wa’alaikumussalam wr. wb
Memang ada riwayat yang menyebutkan bahwa di dalam perang, Rasulullah berpesan kepada pasukan umat Islam agar tidak membunuh wanita dan anak-anak. Dalil larangan Rasulullah di antaranya adalah;

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ وُجِدَتْ امْرَأَةٌ مَقْتُولَةً فِي بَعْضِ مَغَازِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ

Dari Ibnu Umar beliau berkata: Ada perempuan yang terbunuh pada beberapa pertempuran yang diadakan Nabi, maka Rosululloh  melarang pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak. (HR al-Bukhari)

Tetapi jika anak-anak dan wanita ikut serta dalam peperangan, tentu hukum itu tidak berlaku. Keikutsertaan ini bisa ikut serta langsung seperti menjadi pasukan melawan kaum muslimin, atau sekedar menjadi mata-mata. Kebolehan memerangi wanita dan anak-anak yang terlibat dalam perang didasarkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Robah bin Robii’ ia berkata:

كُنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ  فِي غَزْوَةٍ فَرَأَى النَاسَ مُجْتَمِعِيْنَ عَلَى شَيْءٍ فَبَعَثَ رَجُلاً فَقَالَ اُنْظُرْ عَلاَمَ اجْتَمَعَ هَؤُلاَءِ ؟ فَجَاءَ فَقَالَ عَلَى امْرَأَةٍ قَتِيْلٍ فَقَالَ مَا كَانَتْ هَذِهِ لِتُقَاتِلَ قَالَ وَعَلَى الْمُقَدِمَةِ خَالِدّ بْنُ الْوَلِيْدِ فَبَعَثَ رَجُلاً فَقَالَ قُلْ لِخَاِلدٍ لاَ يَقْتُلَنَ امْرَأَةً وَلاَ عَسِيْفاً

”Kami bersama rosululloh pada suatu peperangan, lalu beliau melihat orang-orang berkumpul pada sesuatu, maka rosululloh mengutus seseorang dan bersabda:”Lihatlah, mereka berkumpul pada apa!” Lalu utusan itu datang dan mengatakan:”Mereka berkumpul pada seorang wanita yang terbunuh.” Maka Rosululloh saw bersabda:”Perempuan ini tidak layak untuk berperang.” Robah mengatakan:”Sedangkan di barisan depan terdapat Kholid bin Al-Walid, maka rosululloh mengutus seseorang dan mengatakan kepadanya:”Katakan kepada Kholid, jangan sekali-kali ia membunuh perempuan dan buruh.”

Ibnu Hajar di dalam Fath al-Bari mengatakan: “Pemahaman terhadap hadits tersebut adalah kalau wanita itu berperang, dia pun harus dibunuh.” An-Nawawi di dalam Syarh Shahih Muslim berkata: “Para ulama sepakat untuk mengamalkan hadist ini serta pengharaman membunuh wanita dan anak-anak kalau mereka tidak ikut berperang. Jika mereka berperang, jumhur ulama mengatakan mereka boleh dibunuh.”

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: