Skip to content

Sikap kepada Thaifah Manshurah

Maret 11, 2009

Soal:
Assalamu’alaikum wr. wb.
Bagaimana sikap kita terhadap golongan yang mengaku sebagai thoifah mansurah


Jawab:
wa’alaikumussalam wr. wb

Tha’ifah manshurah artinya adalah kelompok umat Islam yang akan mendapatkan pertolongan dari Allah atau kemenangan. Kelompok ini disebut juga dengan firqah najiyah atau kelompok yang selamat. Yang dimaksud dengan kelompok ini sesungguhnya adalah kelompok yang benar-benar berada di atas jalan kebenaran, sesuai dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, dan memperjuangkan tegaknya Islam.

Ciri-ciri tha’ifah manshurah di antaranya adalah;

1- Beraqidah lurus sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah, serta memahami keduanya dengan manhaj para shahabat (salafus shalih).

2- Menjadikan Iman sebagai asas wala’ dan baro’

3- Memahami dan mengamalkan Islam secara utuh.

4- Iltizam (komimen) pada jama’ah, dan tidak bertafarruq (memisahkan diri) dari jama’ah ummat Islam

5- Berjihad fi sabilillah

Terhadap istilah-istilah seperti “tha’ifah manshurah” ini, kadang-kadang terjadi klaim pada sebagian kelompok ummat islam. Banyak kelompok yang mencatut istilah semacam ini untuk tazkiyyah (pembenaran kelompok), menarik massa, atau mengikat massa terhadap kelompoknya. Karena itu ketika kita bertemu dengan sebuah kelompok yang mengaku sebagai thaifah manshurah, maka janganlah kita terburu-buru bersikap sebelum memastikannya.

Untuk mendapatkan kepastian apakah sebuah kelompok benar-benar sebagai tha’ifah manshurah atau bukan, perlu dilihat ajaran yang disampaikan dengan mengukurnya menggunakan parameter al-Qur’an, hadits nabi dan kaidah-kaidah yang mu’tabar. Apabila ajarannya benar, maka janganlah memusuhi dan justru hendaklah memberikan dukungan semampunya. Tetapi jika klaim itu hanya sekedar klaim, sementara ajarannya tidak sesuai dengan al-Qur’an, hadis dan kaidah-kaidah yang mu’tabar maka jika memungkinkan kita hendaklah mengadakan amar ma’ruf nahi munkar. Tetapi jika tidak memungkinkan, tinggalkan saja dan tidak usah diperhatikan lagi. Allahu a’lam bish-shawab

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: