Skip to content

Mengapa Babi Haram

Maret 11, 2009

Soal
Assalamu’alaikum wr. wb
Mengapa memakan daging babi itu haram bagi umat Islam? Padahal di dalam ajaran nabi yang lain ada yang memperbolehkannya?
(Wibowo S.P, kelas 8 MTs)


Jawab;
Wa’alaikumussalam wr. Wb.
Islam ( الإسلام ) berasal dari kata ( أَسْلَمَ ) yang berarti tunduk dan patuh kepada Allah. Umat Islam adalah umat yang tunduk dan patuh kepada Allah swt, baik dalam hal perintah maupun larangan. Apapun yang perintahkan oleh Allah maka dipatuhi dan ditaatinya. Dan apapun yang dilarang oleh Allah maka akan ditinggalkan dan dijauhinya.

Penentuan halal dan haram, bagi umat Islam semuanya didasarkan kepada petunjuk Allah dan RasulNya. Umat Islam tidak boleh menghalalkan hal-hal yang diharamkan Allah dan RasulNya, dan sebaliknya juga dilarang mengharamkan hal-hal yang dihalalkan oleh Allah dan rasulNya.

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (An-Nahl:116)

Umat Islam mengharamkan babi, karena Allah telah menerangkan keharamannya di dalam al-Qur’an. Beberapa keterangan Allah di dalam al-Qur’an tentang keharaman babi adalah;

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. (al-Baqarah;173)

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, (al-Maidah:3)

Adapun kemudian ditemukan beberapa faktor-faktor lain yang mendukung diharamkannya sesuatu, itu sifatnya hanyalah suatu hikmah dari pengharaman di dalam agama Islam. Halal dan haram tidak ditentukan berdasarkan hikmah. Maka baik telah diketahui atau tidak diketahuinya hikmah suatu hukum, umat Islam harus lebih dahulu taat kepada Allah dan RasulNya.

Berkaitan dengan dugaan dihalalkannya daging babi pada sebagian umat terdahulu, sejauh ini baru sebatas dugaan. Sebab tidak ada kitab-kitab terdahulu yang bisa kita percaya sepenuhnya. Kitab-kitab terdahulu semuanya sudah mengalami perubahan. Karena itu, jika isi kitab terdahulu itu sesuai dengan al-Qur’an maka kita boleh mempercayai itu bagian yang masih asli dari kitab terdahulu. Sedangkan jika ada bagian yang tidak sesuai dengan al-Qur’an, maka dalam hal ini ada 2 kemungkinan; Pertama itu ajaran asli yang sudah dihapuskan berlakunya oleh al-Qur’an. Kedua; itu adalah bagian yang dipalsukan oleh para pendeta dan intelektual mereka. Allahu a’lam bish-shawab

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: