Skip to content

Shalat Melenceng dari Kiblat

Maret 4, 2009

Soal;
Assalamu’alaikum wr. wb.
Apakah shalat harus menghadap kiblat, yaitu ka’bah. Terus bukankah kiblat masjid Assalaam melenceng dari yang seharusnya, terus apakah kita yang shalat di masjid assalaam sah?


Jawab;
Wa’alaikumusssalam w. wb
Memang benar, shalat itu wajib menghadap ke arah kiblat, jika mampu. Bahkan menghadap kiblat ini dianggap sebagai syarat sahnya shalat kita, berdasarkan firman Allah ta’ala

فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil-haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. (al-Baqarah:14)

Yang perlu difahami, kata syathra di dalam ayat di atas, maknanya adalah ke arah, sehingga tidak mengharuskan seseorang untuk tepat persis menghadap ke ka’bah, kecuali bagi orang yang bisa melihat ka’bah. Adapun orang yang tidak melihat ka’bah, cukup baginya untuk menghadap ke arahnya saja. Dengan demikian, shalat di masjid Assalaam selama niatnya menghadap kiblat sudah benar, sehingga shalat di dalamnya sah. Allahu a’lam bish-shawab

One Comment leave one →
  1. Mei 5, 2009 5:01 pm

    INI DIAMBIL DARI TANGGAPAN 2009 Maret 4
    tags: shalat, kiblat, ka’bah by Abu Muqtada Haq

    “Yang perlu difahami, kata syathra di dalam ayat di atas, maknanya adalah ke arah, sehingga tidak mengharuskan seseorang untuk tepat persis menghadap ke ka’bah, kecuali bagi orang yang bisa melihat ka’bah. Adapun orang yang tidak melihat ka’bah, cukup baginya untuk menghadap ke arahnya saja. Dengan demikian, shalat di masjid Assalaam selama niatnya menghadap kiblat sudah benar, sehingga shalat di dalamnya sah. Allahu a’lam bish-shawab”

    AKAN TETAPI JELAS-2 MASJID TERSEBUT, MENGAHADAP LURUS KE BARAT (BERDASARKAN KOMPAS), SEHINGGA MENGHADAPNYA KE ETHIOPIA/KONGO, APAKAH INI DAPAT DITERIMA, WALAUPUN SEMUA YANG SHALAT DISITU BERNIAT MENGHADAP KIBLAT.
    SAYA HARAP ANDA JANGAN NGACO
    KALAU KESALAHANNYA HANYA 1-2 DERAJAD DAPAT DIMAKLUMI

    ————
    Yang memaklumi siapa? yang ngaco siapa? Adakah dasar Qur’an dan hadis yang mengatakan 1 – 2 derajat yang mengatakan dimaklumi?
    Dalam beragama, dasarnya adalah al-Qur’an dan Sunnah, sepakat? Dalam masalah ini, mari kita kembali kepada al-Qur’an dan Sunnah. Ketika mengemukakan pendapat, kami sudah kemukakan dasar. Untuk menentukan ngaco atau tidak, sebutkanlah dalil al-Qur’an dan Hadis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: