Skip to content

Cara Mengisi Shoff di Depan

Maret 2, 2009

Soal;
Assalamu’alaikum wr. wb

Misalnya shof di depan kita kosong, kita boleh maju atau tidak, dan caranya maju itu ada ketentuannya atau tidak, dan gerakannya boleh lebih dari 3 kali atau tidak?

(Faishal Ridho Sakti, 7 Aksel)


Jawab
Wa’alaikumussalam wr wb
Salah satu hal yang harus diperhatikan untuk kesempurnaan shalat adalah lurus dan rapatnya shaff, berdasarkan sabda rasulullah

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ

Dari Anas bin Malik, berakta; rasulullah saw bersabda; Ratakanlah shaf kalian, karena sesungguhnya ratanya shaff termasuk kesempurnaan shalat. (HR Muslim)

Karena itulah cara membangun shaff adalah dengan memenuhi shaf yang depan terlebih dahulu, sebagaimana sabda Rasulullah saw

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ أَتِمُّوا الصَّفَّ الْمُقَدَّمَ ثُمَّ الَّذِى يَلِيهِ فَمَا كَانَ مِنْ نَقْصٍ فَلْيَكُنْ فِى الصَّفِّ الْمُؤَخَّرِ

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah saw bersabda; Sempurnakanlah shaf yang depan, kemudian yang selanjutnya, kalaupun ada kekurangan shaff, hendaklah ada pada shaff yang terakhir (HR Abu dawud)

Bila di shaf depan masih ada celah, maka anggota jama’ah harus mengisinya. Kewajiban mengisi shaf yang ada dipennya ini berlaku baik sebelum shalat atau pun ketika shalat sudah dilaksanakan.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda; Siapa yang menyambung shaf maka Allah akan menyambungnya, dan siapa yang memutuskan shaf maka Allah akan memutuskannya juga (HR an-Nasa’i)

Untuk mengisi sof yang didepannya tentu dibutuhkan bergerak maju. Melakukan gerakan seperti ini boleh meskipun di dalam shalat, karena diperlukan secara syar’i. Dan tidak ada hadis yang menerangkan tata cara tertentu untuk maju mengisi shoff.

Melakukan gerakan-gerakan yang bukan gerakan shalat di dalam shalat akan membatalkan shalat jika tidak ada kebutuhan. Tetapi apabila gerakan itu dibutuhkan maka tidak akan membatalkan shalat. Karena itu bagaimana cara maju untuk mengisi shof, yang penting tidak melakukan gerakan yang tidak dibutuhkan.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: