Skip to content

Pahala Masbuk

Maret 1, 2009

Soal:
Assalamu’alaikum wr. wb

Apakah orang yang masbuk di dalam shalat dan yang tidak masbuk itu pahalanya sama? Adakah dalil yang menjelaskannya?

Orang masbuk dengan orang yang mengikuti shalat bersama imam sejak awal dan tidak masbuk tentu berbeda pahalanya. Jangankan antara yang masbuk dan yang tidak, yang shaf awal denghan yang akhir saja tidak sama. Yang datang lebih awal dan yang lebih akhir juga tidak sama.

Tentang tidak samanya pahala orang yang datang ke masjid untuk menunaikan shalat berjama’ah, sabda Rasulullah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at seperti mandi junub, kemudian berangkat (shalat Jum’at) pada urutan pertama maka seolah-olah ia berkurban dengan seekor onta. Dan orang yang berangkat pada barisan kedua, maka seolah-olah ia berkorban dengan seekor sapi, dan barangsiapa berangkat pada urutan ketiga maka seolah-olah ia berkorban dengan seekor domba. Barangsiapa berangkat pada urutan keempat maka selah-olah ia berkorban dengan ayam, dan yang berangkat pada urutan kelima seolah-olah ia berkorban dengan telur. Jika Imam sudah keluar maka malaikat akan datang untuk mendengarkan dzikir (khutbah)” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Tentang perbedaan pahala ornag yang di shaf awal dengan shaf akhir, sabda Rasulullah saw.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا.

Dari Abu Hurairah, berkata; Rasulullah saw bersabda, sebaik-baik shaf kaum lelaki adalah yang di muka dan yang terburuk adalah yang paling belakang. Dan sebaik-baik shaf kaum wanita adalah yang paling belakang, dan yang paling buruk adalah yang paling muka (Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan lain-lain)

Hadis ini menujukkan bahwa shaf awal bagi kaum lelaki memiliki nilai kebaikan yang lebih banyak dari shaf yang ada di belakang. Kebaikan di dalam hadis ini bisa juga diartikan sebagai pahala, sehingga pahala shaf di depan lebih banyak dari pada yang ada di shaf belakangnya.
Orang yang masbuk, tentu datang lebih akhir dari yang tidak masbuk. Posisi shaf orang masbuk tentu di belakang orang yang tidak masbuk, maka pahala orang yang masbuk dalam shalat tentu berbeda dengan pahala makmum yang sejak awal mengikuti imam, tidak masbuk.

Selain itu, Imam Malik di dalam al-Muwaththa’ meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata;

وَمَنْ فَاتَهُ قِرَاءَةُ أُمِّ الْقُرْآنِ فَقَدْ فَاتَهُ خَيْرٌ كَثِيرٌ.

Baragsiapa tertinggal bacaan ummul-Qur’an (al-fatihah) maka ia telah kehilangan kebaikan yang sangat banyak. (HR Malik)

Allahu a’lam bish-shawab

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: