Skip to content

Tidur di Masjid Membatalkan Wudlu?

Februari 26, 2009

Soal;
Assalamu’alaikum wr. wb
Ustadz, apakah tidur di dalam masjid itu membatalkan wudlu?

(M. Arif Rasandi, 7K MTs)


Jawab;
Wa’alaikumussalam wr wb

Sebelum menjawab pertanyaan yang Ananda ajukan, perlu diketahui bahwa para ulama’ berbeda pendapat apakah tidur membatalkan wudlu atau tidak;

a. Madzhab Hanafi dan Syafi’i berpendapat bahwa yang membatalkan wudlu adalah tidur dengan telentang. Sedangkan tidur dengan duduk, atau berdiri tidak membatalkan wudlu.

b. Madzhab maliki mengatakan bahwa yang mebatalkan wudlu adalah tidur nyenyak, sehingga tidak mendengar suara di sekitarnya (hilang kesadarannya).

c. Sedangkan dalam Madzhab Hanbali, tidur dibagi menjadi tiga macam, tidur telentang, tidur duduk, dan tidur selain keduanya seperti dalam posisi sujud atau berdiri. Tidur telentang membatalkan wudlu secara mutlak. Tidur duduk kalau sebentar tidak membatalkan wudlu, kalau lama membatalkan wudlu. Demikian juga tidur dengan selain duduk dan telentang kalau lama membatalkan wudlu kalau sebentar tidak.

وَعَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا إذَا كُنَّا سَفْرًا أَنْ لَا نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ ، إلَّا مِنْ جَنَابَةٍ وَلَكِنْ مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ (أَخْرَجَهُ النَّسَائِيّ وَالتِّرْمِذِيُّ)

Shafwan bin Assal, ia berkata, “Adalah Rasulullah saw. pernah menyuruh kami, apabila kami melakukan safar agar tidak melepaskan khuf kami (selama) tiga hari tiga malam, kecuali karena janabat, akan tetapi (kalau) karena buang air besar atau kecil ataupun karena tidur (pulas maka cukup berwudhu’).” (HR Nasa’i dan Tirmidzi).

عَنْ عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وِكَاءُ السَّهِ الْعَيْنَانِ فَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ.

“Dari Ali r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Mata adalah pengawas dubur-dubur; maka barangsiapa yang tidur (nyenyak), hendaklah berwudhu’.” (HR Ibnu Majah dan Abu Dawud).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا إنَّمَا الْوُضُوءُ عَلَى مَنْ نَامَ مُضْطَجِعًا

Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata; Wudlu itu hanyalah untuk orang yang tidur dengan terlentang” (HR Abu Dawud, dengan sanad yang dla’if)

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ … ثُمَّ اضْطَجَعَ (النبى) فَنَامَ حَتّى نَفَحَ (وَكَانَ اِذَا نَامَ نَفَحَ) فَاَذَنَهُ (بِلاَلٌ) بِالصَّلاَةِ … فَصَلِّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ …” (رواه البخرى، 1/129)

“Telah berkata Ibnu Abbas ra. “… kemudian Nabi berbaring lagi hingga tidur, sampai mendengkur (biasanya beliau kalau tidur mendengkur), lalu (Bilal) adzan untuk shalat .. maka Nabi shalat dengan tidak berwudlu lagi” (al Bukhary, I/129)

وَعَنْ اَنَسٍ قَالَ : كَانَ اَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَنْتَظِرُوْنَ الْعِشَاءَ اْلآخِرَةَ، حَتّى تَخْفِقَ رُءُوْسُهُمْ، ثُمَّ يُصَلُوْنَ وَلاَ يَتَوَضَّأُوْنَ. (رواه ابوداود)

“Dari Anas ra. berkata : “Adalah para shahabat Rasulullah saw. biasa menunggu ‘Isya’ yang terakhir, sehingga kepala mereka terkulai karena tertidur kemudian mereka shalat dan tidak berwudlu’. (HR. Abu Daud).

Berpijak kepada hadis-hadis di atas, bisa disimpulkan bahwa tidur itu bukan pembatal wudlu’, tetapi kentutnya itulah yang membatalkan wudlu’. Orang yang tertidur ia tidak sadar, sehingga dikhawatirkan telah kentut tetapi ia tidak menyadari. Karena itulah lalu orang yang tidur dengan posisi duduk, seperti di alami oleh para shahabat sebagaimana hadis riwayat Abu Dawud, tidak membatalkan wudlu.

Jadi bukan masalah tidur di masjid atau di luar masjid yang membatalkan wudlu, tetapi dalam tidur itu memungkinkan kentut atau tidak. Meskipun tidur di masjid, kalau ketika tidur ia kentut wudlunya tetap batal. Tetapi meskipun tidur tidak di masjid, kalau terjamin tidak kentut selama tidurnya maka wudlunya tidak batal. Jika ragu-ragu (syakk) maka hendaklah pastikan yang tidak ragu. Allahu a’lam bish-Shawab

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: