Skip to content

Qiblat Masjid Assalaam

Februari 26, 2009

Soal:
Assalamu’alaikum wr. wb
Ustadz, Qiblat masjid assalaam kan salah, bagaimana kita menyikapinya?


Jawab
Wa’alaikumussalam wr wb

Persoalan kiblat ini sudah pernah dijelaskan. Namun di sini ada beberapa hal yang perlu ditambahkan.

1- Qiblat masjid Assalaam itu tidak salah. Sebab Rasulullah saw tidak mengajarkan agar orang shalat benar-benar menghadap ka’bah, kecuali bagi orang yang bisa melihat ka’bah. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam mencukupkan seseorang di anggap menghadap qiblat, jika ia sudah menghadap arah kiblat berada. Ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam ada di Madinah, yang terletak di sebelah utara Makkah, maka beliau bersabda

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ قِبْلَةٌ

Dari Abu Hurairah, berkata; Rasulullah saw bersabda, antara Timur dan barat itulah kiblat (HR at-Tirmidzi)

Hadis ini memberikan penjelasan, bahwa selama seseorang menghadap antara barat dan timur, yakni ke arah selatan, maka dia sudah menghadap kiblat. Asy-Syaukani, di dalam kitab Nailul Awthar, setelah menyebutkan hadis ini, mengatakan, ”Bagi orang yang letaknya berjauhan dari kiblat, maka kewajibannya adalah menghadap ke arahnya”. Kemudian ketika mengomentari pendapat salah satu pendapat di dalam madzhab Imam asy-syafi’i, bahwa orang yang shalat wajib menghadap kepada ka’bah, asy-Syaukani mengatakan, ”Demikianlah pendapat kebanyakan ulama’ dan pendapat Imam Syafi’i yang paling jelas, bahwa kewajiban orang yang jauh dari ’ain (kiblat) adalah menetapinya dengan asumsi (dhan)”,

Untuk negeri di sebelah timur Ka’bah, seperti Indonesia ini, selama bangunan masjid sudah mengarahkan orang yang shalat di dalamnya untung menghadap ke arah barat, maka sudah cukup. Dengan demikian masjid Assalaam sudah benar, dan tidak salah.

2. Di dalam beragama, kita tidak boleh berlebih-lebihan dan mengikuti hawa nafsu. Ciri beragama mengikuti hawa nafsu di antaranya adalah beragama dengan dasar kepuasan. Kadang-kadang untuk mencapai kepuasan beragama itu seseorang melakukan sesuatu yang berlebih-lebihan. Allah dan RasulNya melarang kita bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama. Firman Allah

لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ

Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian (an-Nisa’:171)

Sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam

إياكم والغلو في الدين فإنما أهلك من كان قبلكم الغلو في الدين

”Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama, karena umat sebelum kalian mengalami kehancuran hanya karena berlebih-lebihan dalam beragama (HR an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Menyalahkan masjid-masjid yang tidak tepat menghadap ke Ka’bah ini juga termasuk ke dalam sikap berlebih-lebihan dalam beragama. Di dalam shalat, menyimpang sedikit dari arah Ka’bah itu masih sesuai dengan tuntunan syari’at, selama tujuan kita adalah menghadap ke arah Ka’bah. Karena suddah sesuai dengan tuntuna syari’ah, maka tidak perlu disalah-salahkan.

Sikap ghuluw ini biasanya timbul pada diri seseorang karena ia mengikuti hawa nafsu, tidak berdasar dari pemahaman agama. Memang adakalanya menukil-nukil ayat atau hadis, tetapi tidak memahami ayat dan hadis secara menyeluruh. Ayat dan hadis yang sesuai dengan keinginannya diambil, tetapi yang tidak sesuai ditinggalkan. Allah dan RasulNya pun melarang kita melakukan hal demikian
Karena itulah, anak-anak hendaklah memahami Islam secara menyeluruh. Jangan hanya mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian. Jika Islam dilaksanakan secara menyeluruh, akan tampak bahwa Islam itu mudah, tidak mempersulit, akan terasa toleran, tidak kkaku.. Sebaliknya, jika Islam difahami secara ghuluw (ekstrim) maka menjadi kaku dan menyulitkan.
Allahu a’lam bish-Shawab.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: