Skip to content

Beberapa Masalah dalam Shalat

Februari 26, 2009

So’al
Assalamu’alaikum wr. wb
1- Adakah tuntunan do’a di antara dua khutbah Jum’at? Jika ada mohon ditunjukkan haditsnya
2- Inti dalam shalat sebenarnya apa?
3- Jika kita belum selesai membaca suatu do’a di dalam suatu gerakan shalat, misalnya gerakan tasyahhud akhir, tetapi imam sudah salam, bagaimana yang harus kita lakukan? Langsung ikut salam atau kita selesaikan bacaan do’a kita?


Jawab;
Wa’alikumussalam wr wb
Jawaban soal 1
Tidak ada do’a khusus yang dibaca di antara dua khutbah. Jika seseorang menentukan bacaan tertentu untuk dibaca di antara dua khutbah, itu termasuk muhdats (sesuatu yang dibuat-buat).

Jawaban soal 2
Shalat secara bahasa berarti do’a. Adapun secara istilah, yaitu rangkaian perbuatan dengan syarat dan rukun tertentu yang diawali dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Inti shalat adalah penghambaan diri kepada Allah. Sebagai bukti penghambaan diri kita kepada Allah maka kita melakukan shalat. Jika kita meninggalkan shalat, maka sifat penghambaan diri kita menjadi hilang, dan status keislaman kita pun hilang. Orang yang meninggalkan shalat tidak lagi termasuk hamba Allah tetapi termasuk orang yang kafir, berdasarkan sabda Rasulullah saw

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Perjanjian antara kami (muslim) dengan mereka (kafir) adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir (at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Jawaban soal 3
Pada prinsipnya, ketika kita shalat berjama’ah maka kita mengikuti Imam, sebab diangkatnya seorang imam itu untuk diikuti.

إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا وَإِذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوا

Diangkatnya imam hanyalah untuk diikuti, jika ia bertakbir maka bertakbirlah, jika ia ruku’ maka ruku’lah, dan jika ia sujud maka sujudlah (HR asy-Syaikhani)

Sebagai konsekuensi dari berimam, ketika imam bertakbir kita ikuti takbir, ketika imam ruku’ kita ikuti ruku’ demikian seterusnya. Sampai, ketika imam sudah mengakhiri shalatnya dengan salam, maka makmum pun juga harus segera membaca salam, sebagai tanda berakhirnya shalat.

Hanya saja, berkaitan dengan bacaan tasyahud ada yang harus diperhatikan. Tasyahud akhir harus dibaca sempurna, karena terasuk ke dalam rukun shalat. Sementara ketinggalan salam tidak menyebabkan seseorang kehilangan rukun yang lain. Selesai membaca tasyahud, harus segera mengikuti imam, tidak usah memperpanjang shalatnya denga do’a apapun. Allahu a’lam

One Comment leave one →
  1. riza khalida permalink
    Juli 4, 2009 9:46 pm

    assalamu’alaikum,,

    bagaimana jika ada si fulan yang sudah dibangunkan dari tidur untuk shalat shubuh, tetapi dia tidak bangun dan meninggalkan shalat shubuh? tapi si fulan dalam alam bawah tidur (tidak sadar)..

    —————-
    Wa’alaikumussalam..

    Orang yang masih tidak sadar maka ia masih berada dalam hukum orang tidur. Dia bukan termasuk orang yang berakal (‘akil) sehingga tidak terkena beban hukum (mukallaf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: