Skip to content

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

Februari 23, 2009

Soal;
Assalamu’alaikum wr. wb
Ustadz, saya mau bertanya, apakah boleh bersumpah dengan nama selain nama Allah? Mohon dijelaskan dengan dalil-dalilnya.

Jawab;
Wa’alaikumussalam wr. Wb.
Sumpah maknanya adalah menyebut sesuatu yang dianggap penting dan agung untuk menguatkan sebuah pernyataan engan menggunakan kata-kata tertentu. Di dalam bahasa Arab, dalam bersumpah digunakan huruf qasam, yaitu ba’, wawu qasam, atau ta’, seperti orang mengatakan wallahi. Di dalam bahasa Indonesia, untuk bersumpah dengan menggunakan kata demi, contohnya demi Allah.

Dzat yang paling layak untuk diagungkan oleh manusia adalah Allah swt. Apabila seseorang bersumpah dengan selain Allah, maka artinya ia telah mengagungkan selain Allah, atau menganggap selain Allah itu setara atau bahkan lebih agung daripada Allah, setidaknya ketika ia bersumpah itu. Karena itulah bersumpah dengan nama selain Allah adalah syirik, berdasarkan sabda Rasulullah saw.

سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلًا يَقُولُ وَالْكَعْبَةِ فَقَالَ لَا تَحْلِفْ بِغَيْرِ اللَّهِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ كَفَرَ وَأَشْرَكَ

Umar bin Khaththab mendengar seorang laki-laki mengatakan,”Demi Ka’bah” maka ia mengatakan, “Janganlah bersumpah dengan selain Allah, sesungguhnya aku mendengar rasulullah saw bersabda, ‘barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah kufur atau syirik’” (HR Abu dawud, at-Tirmidzi dan Ahmad)

عَنْ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ

Dari Umarbin Khaththab, ia berkata; Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nenek moyang kalian” (HR Muslim)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ

Dari Abdullah (bin Mas’ud) ra, bahwa Nabi saw bersabda, “Barangsiapa yang (akan) bersumpah maka bersumpahlah dengan nama Allah atau (kalau tidak) diamlah” (HR al-Bukhari)

عَنْ سَعْدٍ قَالَ حَلَفْتُ بِاللَّاتِ وَالْعُزَّى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ثُمَّ انْفُثْ عَنْ يَسَارِكَ ثَلَاثًا وَتَعَوَّذْ وَلَا تَعُدْ

Dari Sa’d, dia berkata, “Aku pernah bersumpah dengan Latta dan al-‘Uzza, maka Rasulullah saw bersabda, “Katakanlah laa ilaha illallah wahdahu la syarikalah, kemudian meludahlah kea rah kirimu tiga kali, dan memohonlah perlindungan (kepada Allah) dan jangan kau ulangi” (HR Ibnu Majah)

Hadis dengan berbagai ungkapan di atas maknanya adalah larangan bersumpah dengan selain Allah. Pada hadis pertama, Rasulullah saw menjelaskan bahwa orang yang bersumpah dengan selain Allah telah kafir atau syirik. Para ulama’ menjelaskan bahwa kesyirikan dan kekufuran di sini bukan kufur yang membatalkan keislaman. Tetapi jika yang disebut di dalam sumpah itu adalah sesuatu yang biasa disembah oleh suatu ummat, seperti disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sa’d, maka dianjurkan untuk mengucapkan syahadat. Meskipun demikian, bukan berarti membatalkan syahadat. Allahu a’lam bish-shawab

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: