Skip to content

Ucapan Selamat Tahun Baru Islam

Februari 20, 2009

Soal:

Bolehkah kita mengucapkan selamat tahun baru Hijriyah, dengan memasang spanduk atau yang lainnya?

Jawab:

Di Masa rasulullah shallallahu alaihi wa sallam belum ada tradisi menjadikan bulan Muharram sebagai awal tahun hjiriyah. Kira-kira sama dengan hari, ahad, senin, hingga sabtu lalu ahad lagi. Manakah hari yang pertama dalam sepekan? Tidak ada kesepakatan dalam hal ini, bahkan orang Barat menjadikan hari Minggu (ahad) sebagai hari terakhir dalam sepekan. Demikian pula di masa rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak ada kesepakatan menjadikan Muharram sebagai bulan pertama tahun Hijriyah. Muharram dijadikan sebagai bulan pertama tahun hijriyah baru sejak zaman umar bin Khattab.

Karena di masa Rasulullah tidak ada kesepakatan adanya awal bulan dalam setiap tahun, maka mengucap selamat tahun baru juga tidak pernah ada di kalangan shahabat. Bahkan meskipun sudah ada kesepakatan Muharram sebagai bulan pertama dalam hitungan tahun Hijriyah sekalipun, saling memberi ucapan ini tidak pernah ada.

Munculnya kebiasaan mengucap selamat tahun baru hijriyah baru beberpa tahun belakangan ini. Ketika sebagian besar masyarakat dunia telah terlarut dalam budaya nasrani, khususnya dalam perayaan dan saling memberikan ucapan selamat tahun baru Masehi, termasuk di dalamnya juga ummat islam. Kondisi ini membuat para multazimin gerah, lalu mengajak untuk kembali kepada tradisi umat islam. Dan tradisi ini agaknya ini sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintan dan kepedulian terhadap perhitungan tahun Hijriyah di kalangan umat islam.

Sayangnya, jika tindakan ini diukur dengan al-Qur’an dan Sunnah, tidak ada satu ayat dan sunnah pun yang sesuai. Bahkan sebaliknya, perayaan tahun baru itu sendiri termasuk salah satu bentuk tasyabbuh bil kuffar. Memang yang dirayakan berbeda, orang kafir merayakan hitungan tahun mereka orang islam merayakan perhitungan tahunnya sendiri. Tetapi karena di dalam tradisi ummat islam tidak ditemukan adanya perayaan ini, maka dugaan kuat asal adanya perayaan ini bermula dari meniru kebiasaan orang kafir dalam merayakan tahun baru mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wallam bersabda

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa meniru-niru suatu kaum maka ia termasuk ke dalam golongan mereka (HR Abu Dawud)

Karena itulah umat islam tidak perlu mengadakan upacara apapun dalam menghadapi tahun barunya. Demikian juga tidak perlu mengucapkan selamat kepada siapapun berkenaan dengan awal tahun barunya. Dan juga tidak perlu memasang spanduk atau yang lainnya. Allahu a’lam bish-shawab

3 Komentar leave one →
  1. Februari 20, 2009 8:05 pm

    Bagaimana dengan acara ceramah+pengajian memperingati tahun baru Islam?
    —————-

    Menurut kami, kalau peringatan itu dianggap ibadah maka namanya bid’ah, kalau tidak maka itu termasuk tasyabbuh bil kuffar dalam hal memperingatinya, meskipun cara memperingatinya berbeda. maka sebaiknya tidak usah ada acara apa pun. Allahu a’lam

  2. ahmad permalink
    Februari 20, 2009 10:06 pm

    assalamu’alaikum…
    ‘afwan kalau ucapan “selamat ulang tahun untuk istri atau memperingati momen-momen penting kita bersama istri, semisal hari pernikahan kita bagaimana akh?

    ————–
    wa’alaikumussalam….
    Jadikanlah setiap harimu sebagai hari penting bersama dengan isterimu. jadikanlah setiap harimu istimewa bersama keluargamu. Alangkah ruginya kalau hari istimewa hanya setahun sekali, bukan? Mungkin Anda bisa memperingati moment pernikahan seminggu sekali, momen kelahiran anak pertama seminggu sekali, moment kehamilan yang pertama seminggu sekali. Dengan demikian, setiap hari adalah memperingati moment penting. Kenapa harus setahun sekali???

  3. Ram permalink
    Desember 31, 2009 3:27 pm

    Ou…gitu.kok saya pernah menemukan do’a ahir taun ya?
    Dan itu juga sering dilakukan keluarga saya…
    ————-
    kalau ada, do’a itu tidak berasal dari Rasulullah saw.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: