Skip to content

Menggambar Makhluk Hidup

Februari 19, 2009

Soal:

Assalamu’alaikum wr. wb

Apakah boleh kita menggambar makhluk hidup dan apa hukuman bagi orang yang menggambar makhluk hidup? Apa dalilnya/ (Ismi 7E)


Jawab;

Wa’alaikumus salam wr. wb.

Tentang menggambar makhluk hidup, ada perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Pendapat pertama, membolehkan menggambar selama tidak dikhawatirkan akan disembah. Pendapat kedua melarangnya secara mutlak.

Sebab perbedaan pendapat adalah karena berbeda dalam memahami sebab dilarangnya menggambar makhluk hidup. Yang mengikuti pendapat pertama menyebutkan bahwa sebab dilarangnya menggambar makhluk hidup adalah karena dikhawatirkan akan disembah. Dasarnya adalah hadis

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ وَأُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتَا كَنِيسَةً رَأَيْنَهَا بِالْحَبَشَةِ فِيهَا تَصَاوِيرُ فَذَكَرَتَا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمْ الرَّجُلُ الصَّالِحُ فَمَاتَ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ فَأُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Aisyah Ummul Mukminin, bahwa Ummu Habibah dan Ummu Salamah menyebutkan tentang gereja yang pernah mereka lihat di Habasyah. Di dalamnya terdapat berbagai lukisan. Mereka menceritakannya kepada Nabi saw. Maka beliau saw bersabda: “Kebiasaan orang-orang seperti mereka, apabila ada salah di antara mereka yang meninggal dunia, akan mereka dirikan masjid di atas kuburan mereka, lalu mereka buat lukisan-lukisan tersebut. Mereka adalah sejahat-jahatnya makhluk di sisi Allah di Hari Kiamat nanti.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Sementara pendapat yang mengharamkan menggambar makhluk hidup memandang bahwa kekhawatiran akan disembah hanya salah satu sebab di antara sebab-sebab dilarangnya menggambar. Mereka menyebutkan sebab yang lain adalah, meniru ciptaan Allah, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Abdurahman Abdul Khaliq, atau juga Syaikh Muhammad al-Munajjid. Sebab tersebut difahami dari hadis;

أَبِي هُرَيْرَةَ دَارًا بِالْمَدِينَةِ فَرَأَى أَعْلَاهَا مُصَوِّرًا يُصَوِّرُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا حَبَّةً وَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً

Dari Abu Hurairah ra diriwayatkan bahwa ia pernah masuk ke Al-Madinah. Tiba-tiba ia lihat di bagian atas kota tersebut terdapat lukisan. Maka ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda (menceritakan firman Allah): “Tidak ada yang lebih zhalim dari orang yang menciptakan sesuatu meniru ciptaan-Ku. Coba mereka coba menciptakan biji-bijian atau sebiji dzarrah!” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Adapun Dalil-dalil yang menjelaskan tentang hukuman bagi orang yang menggambar makhluk hidup (bernyawa antara lain)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا اشْتَرَتْ نُمْرُقَةً فِيهَا تَصَاوِيرُ فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ عَلَى الْبَابِ فَلَمْ يَدْخُلْ فَعَرَفَتْ فِي وَجْهِهِ الْكَرَاهِيَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ مَاذَا أَذْنَبْتُ قَالَ مَا بَالُ هَذِهِ النُّمْرُقَةِ فَقَالَتْ اشْتَرَيْتُهَا لِتَقْعُدَ عَلَيْهَا وَتَوَسَّدَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ وَقَالَ إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لَا تَدْخُلُهُ الْمَلَائِكَةُ

Dari Aisyah Ummul Mukminin ra bahwa ia menceritakan pernah membeli sebuah bantal yang ada gambarnya. Ketika Rasulullah saw melihatnya, beliau langsung berdiri saja di depan pintu rumahnya dan tidak mau masuk. Aisyah bisa melihat ketidaksenangan di wajah Rasulullah saw. Maka ia bertanya: “Wahai Rasulullah! Aku bertaubat kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Dosa apakah gerangan yang telah kulakukan?” Beliau saw menjawab: “Dari mana engkau dapatkan bantal ini?” Aisyah menjawab: “Aku yang membelinya untuk engkau gunakan duduk-duduk dan bersandar.” Maka Rasulullah saw bersaba: “Sesungguhnya orang-orang yang melukis benda-benda hidup ini akan disiksa di Hari Kiamat nanti. Dikatakan kepada mereka: “Coba kalian hidupkan lukisan-lukisan yang kalian buat itu!” Beliau saw melanjutkan: “Sesungguhnya rumah yang ada gambar semacam itu tidak akan dimasuki oleh para malaikat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا عَبَّاسٍ إِنِّي إِنْسَانٌ إِنَّمَا مَعِيشَتِي مِنْ صَنْعَةِ يَدِي وَإِنِّي أَصْنَعُ هَذِهِ التَّصَاوِيرَ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَا أُحَدِّثُكَ إِلَّا مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سَمِعْتُهُ يَقُولُ مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فَإِنَّ اللَّهَ مُعَذِّبُهُ حَتَّى يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ فِيهَا أَبَدًا فَرَبَا الرَّجُلُ رَبْوَةً شَدِيدَةً وَاصْفَرَّ وَجْهُهُ فَقَالَ وَيْحَكَ إِنْ أَبَيْتَ إِلَّا أَنْ تَصْنَعَ فَعَلَيْكَ بِهَذَا الشَّجَرِ كُلِّ شَيْءٍ لَيْسَ فِيهِ رُوحٌ

Dari Said bin Abul Hasan diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Saya pernah duduk dalam majelis Ibnu Abbas ra. Tiba-tiba datang seorang lelaki bertanya: “Wahai Abu Abbas! Saya ini orang yang kerjanya cuma dengan cara ini. Saya seorang pelukis.” Ibnu Abbas ra menjawab: “Saya hanya akan memberitahukan kepadamu apa yang kudengar dari Rasulullah swa. Aku pernah mendengar beliau bersabda: “Barangsiapa yang melukis gambar, pasti akan disiksa oleh Allah sampai ia mampu meniupkan ruh ke dalam gambar-gambar tersebut. Padahal ia tidak akan mampu meniupkan ruh tersebut selamanya.” Serta merta lelaki tadi merangkak dengan susah payah, wajahnya memucat. Maka Ibnu Abbas berkata: “Kalau kamu masih membandel, silakan kamu menggambar pepohonan dan segala sesuatu yang tidak bernyawa.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

عَبْدَ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan: Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya di Hari Kiamat nanti adalah para pelukis.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

Dari Abdullah bin Umar ra, ia memberitahukan bahwa rasulullah sallallahu aalaihi wasallam bersabda, Sesungguhnya orang yang menggambar gambar ini, kelak pada hari kiamat akan diadzab, dan dikatakan kepadanya hidupkanlah apa yang telah kamu buat (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ قَالَ رَأَيْتُ أَبِي اشْتَرَى عَبْدًا حَجَّامًا فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَثَمَنِ الدَّمِ وَنَهَى عَنْ الْوَاشِمَةِ وَالْمَوْشُومَةِ وَآكِلِ الرِّبَا وَمُوكِلِهِ وَلَعَنَ الْمُصَوِّرَ

Dari Abu Juhaifah, ia berkata Aku melihat ayahku membeli seorang budak yang ahli bekam (lalu diperintahkan untuk memecahkan alat bekamnya), lalu aku tanyakan kepadanya maka ia menceritakan: Rasulullah melarang menjual anjing dan darah, melarang orang membuat tato atau dibuatkan tato, melarang orang yang memberi dan memakan riba, dan Rasulullah saw juga melaknat para pelukis (makhluk hidup).” (HR. Al-Bukhari).

Pendapat yang kuat, adalah pendapat yang melarang gambar, dilihat dari dua aspek;

Pertama, jika larangan menggambar hanya dikhawatirkan akan disembah, maka kemungkinan terjadinya penyembahan terhadap gambar di masa Rasulullah saw jauh lebih kecil dibandingkan dengan kemungkinan saat ini. Di saat itu para shahabat tidak ada lagi yang menyembah patung meskipun sebelum Islam mereka adalah para penyembah patung. Namun didikan Rasulullah saw mampu membuat mereka berubah 180 drj dari sikap semula. Sementara saat ini kta saksikan betapa banyak kemusyrikan di sekitar kita dan kita pun tak sanggup berbuat apa-apa.

Kedua, larangan dan ancaman Rasulullah saw kepada orang-orang yang menggambar bersifat umum, dan tidak ada pengkhususan jika khawatir akan disembah. Maka hadis itu mestinya difahami sebagfai sesuatu yang umum, tidak khusus. Sehingga pemahaman umum terhadap hadis-hadis tersebut akan menghasilkan pemahaman larangan menggambar makhluk hidup secara umum pula, tidak dikaitkan dengan sebab tertentu.

Meskipun demikian, jika ada keperluan yang mendesak, seperti untuk ilustrasi dalam sebuah pelajaran yang mengharuskan adanya gambar makhluk hidup, tanpa adanya gambar itu menjadikan pelajaran sulit difahami, maka situasi tersbut bisa dikategorikan ke dalam kondisi darurat berdasarkan kaidah ushul fiqh.

الْحَاجَةُ تَنْزِلُ مَنْزِلَةَ الضَّرُوْرَةِ

Kepentingan itu menduduki kedudukan dlarurat

Dalam kondisi darurat (ada kebutuhan yang sangat), menggambar makhluk hidup adalah boleh.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: