Skip to content

Bolehkan Pacaran terus Dinikahi ?

Februari 19, 2009

Soal:
Assalamu’alaikum wr. wb
Kalau pacaran terus dinikahi, menurut Islam bagaimana?


Jawab;
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Sesungguhnya tidak ada definisi resmi tentang apa arti pacaran. Tetapi mari kita coba merumuskan apa sesungguhnya pacaran itu. Pacaran adalah menganggap telah memiliki seorang wanita/pria sebagai miliknya tanpa melalui proses pernikahan. Di dalam budaya barat, hal demikian telah menjadi kebiasaan. Demikian, di dalam budaya sebagian masyarakat muslim, juga telah menjadi kebiasaan. Tetapi kalau dilihat di dalam syari’at, pacaran itu tidak ada. Kalau kita baca kitab fiqih bab pernikahan, tidak ada satupun keterangan yang menyebutkan pacaran. Sebabnya adalah karena proses pernikahan di dalam islam tidak ada tahap yang disebut dengan pacaran.

Di dalam ajaran islam, hubungan antara lelaki dan wanita sangat dibatasi. Jangankan sampai menganggap menjadi miliknya, antara lelaki dan wanita tidak dibenarkan saling memandang, saling bersalaman, bergaul campur aduk, atau berdua-duaan di tempat yang sepi. Jika larangan-larangan itu dilaksanakan maka ia telah melakukan kemaksiatan. Meskipun pada akhirnya dinikahi, dan meskipun tidak sampai terjadi perzinaan, hubungan yang tidak benar menurut ajaran islam ini adalah termasuk kemaksiatan dan berdosa.

Proses pernikahan yang diajarkan di dalam Islam, jika seseorang telah berniat untuk menikahi seorang wanita, ia diijinkan untuk melihat (nadhar). Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda;

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمُ الْمَرْأَةَ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَا يَدْعُوهُ إِلَى نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ »

Dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda, Apabila salah seorang di antara kamu melamar seorang wanita, jika ia mampu untuk melihat yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah (HR Abu Dawud)

Nadhar itu tidak harus dilakukan, tetapi disarankan agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari, dan juga menambah rasa cintanya. Jika seseorang tidak melihat dahulu dan langsung meminang juga boleh. Setelah peminangan itu, dan kemudian dilaksanakan pernikahan. Allahu a’lam bish-shawab

One Comment leave one →
  1. MULYADI permalink
    Januari 25, 2010 3:57 pm

    maaf kalau berkumpulnya, perempuan2 dan laki2, kaya wktu sekolah itu gamana?

    ————

    Pergaulan campuran itu diistilahkan dengan ikhtilath. Maknanya pergaulan campuyr aduk. Karena sisitem sekolah masih seperti itu, bisa dimaklumi, tetapi masing-masing yang bersangkutan harus bisa menjaga diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: