Skip to content

Shalat Sunnah

Februari 15, 2009

So’al

Assalamu’alaikum wr. wb

  • Ustadz, apa itu shalat fajar? Dan kapan dilaksanakannya shalat fajar itu?
  • Apakah boleh melaksanakan dhuha pada pukul 06.00.
  • Bagaimana hukumnya apabila melaksanakan shalat sunnah seperti qabliyah, sedangkan iqamah sudah dikumandangkan?

Jawab

Wa’alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh

Pertanyaan ananda yang cukup banyak, akan kami jawab satu persatu, sesuai dengan urutan pertanyaan;

1- Shalat Fajar

Shalat fajar maksudnya adalah shalat subuh. Shalat sunnah fajar, yaitu shalat sunnah sebelum dilaksanakannya shalat subuh (qabliyah Subuh). Maka waktu pelaksanaannya adalah antara adzan dengan iqamat subuh

.

عَنْ حَفْصَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ

Dari Ummul Mukminin hafshah, ia berkata; Sesungguhnya Rasulullah saw apabila mu’adzin sudah diam (selesai) dari adzan shalat Subuh, dan telah jelas waktu subuh, maka beliau shalat dua rekaat ringan, sebelum mendirikan shalat subuh (HR Muslim)

2- Waktu Shalat Dluha

Shalat dluha dilaksanakan ketika antara terbitnya matahari hingga waktu dhuhur, berdasarkan hadis nabi saw.


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, barangsiapa melakukan shalat subuh secara berjama’ah, lalu ia duduk dengan berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia melakukan shalat dua rekaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah. Anas mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Sempurna, sempurna, sempurna” (HR at-Tirmidzi)


Yang perlu diingat, agar kita tidak shalat ketika matahari sedang terbit berdasarkan hadis


عن عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ قَالَ ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ

Dari Uqbah bin ’Amir, ia berkata, da tiga waktu dimana Rasulullah saw melarang kita melakukan shalat atau menguburkan jenazah, ketika matahari terbit sehingga ia tinggi, ketika bayang-bayang orang berdiri tegak sehingga bergeser, dan ketika matahari condong untuk tenggelamnya matahari sehingga benar-benar tenggelam (HR Muslim)


Hadis tersebut menunjukkan bahwa dalam menunaikan shalat dluha, tidak boleh langsung saat matahari sedang terbit, melainkan setelah matahari sempurna terbit, bahkan di dalam beberapa kitab disebutkan bahwa waktu shalat dluha adalah ketika matahari sudah setinggi tombak (fiqhus sunnah, I/210).

3. Shalat sunnah ketika iqamat

Apabila iqamat sudah dikumandangkan, maka tidak boleh melakukan shalat qabliyah, berdasarkan kepada sabda nabi saw.


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا أُقِيمَتِ الصَّلاَةُ فَلاَ صَلاَةَ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةُ

Dari Abu Hurairah, ia berkata, rasulullah saw bersabda, Jika telah dikumandangkan iqamah maka tidak ada shalat kecuali shalat wajib (Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)


Bagi orang yang telah mulai shalat lalu iqamah dikumandangkan, apabila ia sudah mendapatkan satu rekaat, hendaklah meringankan rekaat kedua, sedangkan jika belum sampai mendapatkan satu rekaat maka ia harus menghentikans halatnya. Allau a’lam bish-shawab

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: