Skip to content

Perlukah Wudlu Setelah Mandi Janabah?

Februari 15, 2009

So’al
Assalmu’alaikum wr. wb
Jika kita mandi, dengan mengguyur badan tiga kali, itu diangap sudah wudlu atau belum?

Jawab;

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Orang yang sudah mandi janabah, untuk menghilangkan hadas besar, tidak perlu berwudlu lagi. Jika seseorang menghilangkan hadas besar, maka hadas kecilnya juga sudah hilang. Dasarnya adalah hadis


عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ لاَ يَتَوَضَّأُ بَعْدَ الْغُسْلِ

Dari Aisyah, bahwa Nabi saw tidak berwudlu lagi setelah mandi (HR at-Tirmidi dan an-Nasa’i)

Di dalam riwayat Ibnu Majah ada tambahan hadis tersebut ditambah lagi dengan kata ( مِنَ الْجَنَابَةِ ) [dari mandi janabah (mandi besar)]. Tambahan ini kemungkinan adalah tambahan kata dari seorang rawi yang meriwayatkan hadis ini. Maksud adanya tambahan, dari salah seorang rawi ini, yang dimaksud dengan mandi adalah mandi besar. Sedangkan mandi biasa meskipun keramas tidak termasuk menghilangkan hadas kecil (berwudlu).

Kemudian soal mandinya berapa kali menyiram tidak ada ketentuan, apakah mau menyiram tiga kali atau lebih. Memang Rasulullah saw pernah menyiram tiga kali lalu shalat tanpa berwudlu lagi, tetapi kalau ditambahkan juga tidak apa-apa. Dasarnya adalah hadis berikut

حَدَّثَنَا جُمَيْعُ بْنُ عُمَيْرٍ التَّيْمِىُّ قَالَ انْطَلَقْتُ مَعَ عَمَّتِى وَخَالَتِى فَدَخَلْنَا عَلَى عَائِشَةَ فَسَأَلْنَاهَا كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِنْدَ غُسْلِهِ مِنَ الْجَنَابَةِ قَالَتْ كَانَ يُفِيضُ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ يُدْخِلُهَا فِى الإِنَاءِ ثُمَّ يَغْسِلُ رَأْسَهُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ يُفِيضُ عَلَى جَسَدِهِ ثُمَّ يَقُومُ إِلَى الصَّلاَةِ وَأَمَّا نَحْنُ فَإِنَّا نَغْسِلُ رُءُوسَنَا خَمْسَ مِرَارٍ مِنْ أَجْلِ الضَّفْرِ.

Dari Jumai’ bin ’Umair at-Taymiy, ia berkata; Aku pergi bersama bibiku untuk menemui Aisyah. Kami bertanya kepadanya, Apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw di dalam mandi janabahnya? Aisyah menjelaskan, beliau menuangkan air tiga kali ke telapak tangan beliau, kemudian beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana, kemudian membasuh kepala tiga kali, lalu menuangkan air ke seluruh tubuh beliau, kemudian berdiri untuk shalat. Adapun kami maka kami membasuh kepala kami lima kali karena rambutku digelung (HR Ibnu Majah)

Allahu a’lam bish-shawab

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: