Skip to content

Agama Orang Tua Nabi Muhammad

Oktober 11, 2009

Soal:
Ustadz, saya mau bertanya, Apa agama orang tua Nabi Muhammad. Jika agama mereka bukan Islam, apakah mereka berdua akan masuk ke dalam neraka padahal mereka (khususnya ibunya Nabi Muhammad) telah melahirkan seorang nabi akhir zaman?

Jawab:
Agama orang tua nabi Muhammad saw adalah agama jahiliyah. Ini bisa dipastikan sebab Arab khususnya Qurays saat itu adalah penganut penyembah berhala. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa orang tua nabi Muhammad saw tidak menyembah berhala. Bahkan yag paling shahih, kakek Nabi Muhammad adalah tokoh pemelihara ka’bah yang penuh dengan berhala.

Karena itulah ketika rasulullah meminta izin kepada Allah untuk memohonkan ampunan untuk ibunya Allah tidak mengizinkan.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ زَارَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم قَبْرَ أُمِّهِ فَبَكَى وَأَبْكَى مَنْ حَوْلَهُ فَقَالَ اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى فَزُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْمَوْتَ

Dari Abu Hurairah, ia berkat. Nabi saw berziarah ke kubur ibunya, lalu beliau menangis dan membuat orang-orang yang ada di sekitar beliau ikut manangis. Lalu beliau berkata, ”Aku telah meminta izin kepada Rabbku untuk memintakan ampunan buat ibuku tetapi Dia tidak mengizinkanku. Dan aku meminta izin untuk mengunjungi kuburnya lalu dia izinkan aku. Maka berziarahlah (kunjungilah) kuburan, karena ziarah ini akan mengingatkan kematian (HR Muslim)

Tidak adanya izin ini menunjukkan bahwa ibunda nabi Muhammad saw bukan beragama islam, agama tauhid, sebagaimana firman Allah

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. (at-Taubah:113)

Meskipun beliau telah melahirkan seorang tokoh besar dan berjasa besar terhadap umat manusia, masing-masing orang akan mempertangungjawabkan amal masing-masing, sebagaimana firman Allah

وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain . Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.” (al-An’am:164)

Demikianlah, agama orang tua rasulullah adalah agama berhala jahiliyah. Mereka meninggal dalam keadaan musyrik, sehingga rasulullah pun tidak diizinkan memintakan ampunan untuk orang tuanya. Tentang apakah masuk neraka atau tidak, kita serahkan kepada Allah saja, sebab Allah juga berfirman

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولا

dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul. (al-Isra’:15)

About these ads

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: